Kamis, April 18, 2024

Kaitan Daya Tahan Tubuh dan Tumbuh Kembang Anak

Perhatian buat para orang tua.

Spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr.

Margareta Komalasari, mengingatkan orang tua pentingnya menjaga daya tahan tubuh atau imunitas anak dan korelasinya terhadap tumbuh kembang anak.

“Sistem imun anak itu belum berkembang sampai si kecil berusia 8 tahun.

Periode ini penting dalam memenuhi kebutuhan anak, terutama untuk mendukung perkembangan sistem imun,” kata Margareta.

Selain membuat anak menjadi sehat dan tidak gampang sakit, sistem imun yang baik juga akan berdampak baik pada keterampilan motorik halus dan kemampuan kognitif atau kecerdasan anak.

“Ada penelitian yang menyatakan bahwa daya tahan tubuh itu faktor yang penting sekali, di mana anak yang sistem imunnya baik maka kemampuan motorik halusnya lebih tinggi 26 persen dibanding yang sakit-sakitan.

Kemudian, nilai kognitifnya bisa lebih tinggi tiga poin dibandingkan anak yang lebih sakit,” jelas Margareta.

“Dua faktor ini dibutuhkan untuk mendapatkan tumbuh kembang si kecil yang lebih optimal.

Jika tumbuh kembangnya optimal, mereka akan jadi generasi yang pintar, berbakat, dan menjadi generasi emas.” Mengenai korelasi imunitas dengan kemampuan motorik dan kognitif, ia mengatakan anak yang sehat tentu akan lebih aktif bergerak dan bermain sehingga dia lebih terstimulasi.

Selain itu, anak yang aktif bergerak juga nantinya akan lebih mudah menemukan minat, bakat, dan potensi.

Sebaliknya, jika aspek motorik dan kognitif terganggu, maka anak akan mengalami berbagai masalah di kemudian hari.

Contoh, anak-anak yang terlambat bicara nantinya cenderung sulit bersosialisasi dengan orang di sekitar.

Oleh karena itu, Margareta mengimbau orang tua untuk dapat memaksimalkan aspek kemampuan motorik dan kognitif tersebut dengan mengoptimalkan sistem imun anak melalui intervensi nutrisi yang baik.

“Intervensi nutrisi yang diperlukan adalah FOS, GOS, untuk imunitas, kemudian Omega-3, Omega-6, DHA, untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya.

Omega-3 dan Omega-6 adalah asam lemak yang tidak dapat diproduksi tubuh sehingga perlu asupan dari makanan bergizi seperti susu, ikan, dan telur,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *